• Sabtu 16 Oktober 2021

30 Nyawa Warga Sipil Melayang dalam Konflik Agama di Afrika Tengah

  • Maklumat Nasional
  • Senin, 15 Mei 2017 - 3:20 PM
  • Internasional,
  • dibaca : 953 pembaca

Korban sipil konflik Agama di Afrika Tengah yang tewas.

Bandar Lampung, Maklumat Nasional – Pejabat misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afrika Tengah (MINUSCA) melaporkan serangan milisi Kristen dekat perbatasan Kongo yang terjadi sepanjang akhir pekan lalu telah menewaskan sekitar 30 warga sipil. Insiden berdarah ini membuat ratusan warga sipil mengungsi ke sebuah masjid di Kota Bangassou.

“Situasi ini sangat menyedihkan dan kami sedang berupaya untuk merebut kembali kendali Bangassou,” ucap kepala misi MINUSCA Parfait Onanga-Anyanga, Senin (15/5/2017).

Juru bicara MINUSCA, Herve Verhoosel, mengatakan serangan yang terus berlanjut ini melibatkan sekitar 13 ribu milisi lengkap dengan persenjataan berat dan tampaknya mengincar umat Islam.

Tak hanya itu, salah satu markas PBB pun jadi sasaran serangan, mendorong pengerahan pasukan tambahan untuk mengantisipasi bentrokan yang lebih parah di kota terpencil tersebut.

“Jelas bahwa kita melihat jumlah korban insiden ini bisa meningkat dengan cepat hingga 20 hingga 30 orang,” kata Verhoosel, seperti dikutip Reuters.

Ketua Palang Merah di wilayah itu, Pastor Antoine Mbao Bogo, mengatakan letupan senapan terus terdengar hingga Minggu (14/5/2017), menghalangi upaya organisasinya itu memberikan pertolongan pertama pada para korban terluka.

Dalam beberapa bulan terakhir, bentrokan serta aksi kekerasan yang dipicu persaingan antar etnis dan agama terus meningkat di Bangassou.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam serangan ribuan milisi yang turut membunuh enam pasukan penjaga perdamainnya di sekitar Bangassou itu.

Senada dengan Guterres, Perdana Menteri Afrika Tengah Simplice Sarandji juga mengutuk pelaku penyerangan ini. Sarandji menekankan, pemerintah tak segan memboyong semua pelaku kekerasan ini ke ranah hukum.

Afrika Tengah merupakan salah satu negara yang telah lama di landa konflik sipil, khususnya kekerasan antar umat beragama yang mencuat sejak 2013 lalu. Konflik sipil tersebut bermula ketika pejuang Muslim Selaka berhasil menggulingkan Presiden Francois Bozize.

Penggulingan ini akhirnya memicu pembunuhan balasan oleh kelompok milisi Anti-Balaka terhadap umat Muslim di negara itu. (ais)

« Sebelumnya Miko Tidak Terbukti Terlibat Penyerangan Novel Baswedan

Selanjutnya » 17 Napi di Papua Nugini Tewas Ditembak Karena Larikan Diri

Komentar Kamu

Entertaiment

Kalender