• Rabu 23 Juni 2021

BPOM Musnahkan Produk Pangan Tidak Layak Senilai Rp 1,1 Miliar di Bogor

  • Maklumat Nasional
  • Kamis, 31 Agustus 2017 - 12:15 AM
  • Kesehatan,
  • dibaca : 806 pembaca

Petugas BPOM saat memusnahkan produk pangan yang tidak layak.

Bogor, Maklumat Nasional – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memusnahkan produk pangan kadaluarsa, pangan tanpa izin edar, pangan rusak, serta pangan yang dikemas ulang, senilai Rp 1,1 miliar di Jalan Raya Cikuda, Desa Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, Rabu (30/8/2017).

Temuan pangan tersebut merupakan hasil pengawasan BPOM di wilayah DKI Jakarta selama Ramadhan dan Idul Fitri 1438 Hijriyah.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, produk makanan yang dimusnahkan terdiri dari produk pangan impor dan ekspor yang ditemukan di dua lokasi berbeda, yakni gudang dan di tempat tinggal tersangka.

Adapun total barang bukti yang dimusnahkan yaitu 123 item dengan jumlah 1.525 karton atau 15 truk.

“Pangan ini ada yang bentuk padatan juga berbentuk cairan, untuk pemusnahan sendiri akan dilakukan pemisahan. Pemusnahan ini juga akan disaksikan dan diawasi oleh pejabat BPOM dari Jakarta hingga selesai,” kata Penny usai pemusnahan produk pangan tersebut.

Aksi tersebut, kata Penny, melanggar pasal 143 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman pidana penjara selama dua tahun atau denda maksimal Rp 4 miliar.

Dia mengatakan bahwa penemuan ini termasuk dalam kejahatan pangan yang sistematis. Sebab, tersangka kedapatan memiliki alat khusus untuk mengganti dan mengubah izin edar pangan. Karenanya, selain mengancam kesehatan masyarakat, juga telah merugikan produk pangan dalam negeri yang lebih jujur.

“Makanya kami bekerja sama dengan kejaksaan dan beacukai untuk pengawasan sekarang sudah intensif, terutama di pelabuhan baik yang resmi atau tidak, karena dari menurut tersangka, produk pangan tersebut juga diedarkan ke provinsi lain seperti Sumatra,” ujar Penny.

Penny mengharapkan, kerja sama dari semua pihak untuk melakukan pengawasan. Misalnya pengawasan oleh pihak distributor, resellersupplier, dan masyarakat yang teredukasi agar lebih hati-hati dalam mengonsumsi pangan. (ais)

« Sebelumnya Kalangan Profesional Gelar Aksi Damai di Kedubes Myanmar Tolak Kekeras

Selanjutnya » Presiden Jokowi Laporkan Pemberian Dua Kuda Sandalwood Sumba ke KPK

Berita Terkait

  • Minggu, 19 Maret 2017-12:15 AM

Dinas Kesehatan Lampung Tengah Waspadai DBD

  • Minggu, 18 Februari 2018-12:15 AM

RSUD Kota Agung Terbengkalai

  • Kamis, 06 April 2017-12:15 AM

Dinas Kesehatan Lampung Tengah Tekan AKI-AKB

  • Jumat, 07 April 2017-12:15 AM

Dinas Kesehatan Lampung Tengah Tekan AKI-AKB

  • Selasa, 20 Juni 2017-12:15 AM

Dinas Kesehatan Lampung Tengah Sosialisasi CTPS

Komentar Kamu

Entertaiment

Kalender