• Minggu 01 Agustus 2021

Bupati Mustafa Galakkan Diversifikasi Pangan Berbahan Singkong

  • Maklumat Nasional
  • Kamis, 16 Maret 2017 - 6:21 PM
  • Ekonomi, Lampung,
  • dibaca : 628 pembaca

Bupati Mustafa, BPPT dan Pihak Swasta saat menandatangani MoU diversifikasi pangan.

Lampung Tengah, Maklumat Nasional - Bupati Lampung Tengah, Mustafa, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan beberapa pihak swasta terkait program diversifikasi pangan khususnya yang berbahan dasar singkong, di Jakarta, Selasa (21/2).

Dalam MoU tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah berperan sebagai fasilitator penyediaan bahan baku dan pemberdayaan masyarakat, sedangkan BPPT sebagai penyedia teknologi dan pendampingan produksi. Selain itu, PT Indo Metro Surya Andola selaku produksi dan distribusi produk, PT Sumber Alfaria Trijaya serta PT Indomarco Prismatama sebagai pemasaran produk.

Mustafa mengatakan bahwa penandatanganan ini merupakan bentuk keseriusan Pemkab Lampung Tengah untuk menyejahterakan masyarakatnya. Dengan diversifikasi pangan yang sukses dan diterapkan oleh BPPT, maka secara resmi singkong yang ada di Lampung Tengah akan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi karena akan diolah menjadi Beras Sehatku, Beras Sigerku, dan Beras Tiwulku.

"Kami berharap petani singkong tidak lagi terpaku hanya menjual singkong ke pabrik dan mengikuti harga tapioka secara nasional. Jadi kalau harga tapioka turun dan pasokan singkong meluap, otomatis harga singkong anjlok, begitu pula sebaliknya. Dengan adanya diversifikasi singkong ini, maka petani singkong akan mendapatkan jaminan harga singkong yang stabil karena akan diolah BPPT untuk menjadi beras yang nilai ekonominya juga akan meningkat," ujar Mustafa.

Mustafa berharap, petani singkong tidak putus asa dan tetap menanam singkong sesuai dengan kemampuan bertaninya. Apalagi, kata Mustafa, sebagian besar penduduk di Lampung Tengah menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian.

Ia berharap apa yang dilakukan Pemkab Lampung Tengah ini menjadi terobosan dan jalan ke luar yang tepat untuk mengatasi anjloknya harga singkong dalam beberapa bulan terakhir.

"Kami sebagai pelayan masyarakat, berusaha untuk menghadirkan solusi terkait masalah yang ada di lapangan. Ini merupakan jawaban dan kerja keras yang luar biasa dari aparatur pemerintahan dan masyarakat Lampung Tengah secara luas yang mampu bertahan dengan kondisi harga singkong yang sempat tidak stabil," katanya.

Bahkan Mustafa berharap ke depannya Beras Sehatku, Beras Sigerku, dan Beras Tiwulku bisa menembus pasar global dan bisa dinikmati oleh masyarakat dunia. Hal ini akan menjadi pencapaian yang luar biasa bagi masyarakat Lampung Tengah yang menjadi pelopor diversifikasi pangan khususnya yang berbahan dasar singkong.

"Setelah MoU ini, langkah konkretnya akan kita bahas lagi di bawah. Seperti apa nanti pola kemitraannya. Yang pasti, Pemkab Lampung Tengah ke depan akan menjamin harga singkong dan membeli singkong petani karena memang kita ditugaskan sebagai fasilitator penyediaan bahan baku dan pemberdayaan masyarakat," pungkasnya. (ais)

« Sebelumnya Bupati Mustafa Minta BPSK Lampung Tengah Bijak

Selanjutnya » Indonesia-Inggris Bangun Kerjasama Berantas Kejahatan Pajak Global

Berita Terkait

Komentar Kamu

Entertaiment

Kalender