• Minggu 01 Agustus 2021

Indonesia Desak Perlucutan Senjata Nuklir

  • Maklumat Nasional
  • Rabu, 29 Maret 2017 - 1:55 AM
  • Internasional,
  • dibaca : 580 pembaca

Duta Besar Wakil Tetap Indonesia untuk PBB Dian Triyansyah Djani.

New York, Maklumat Nasional – Uji coba senjata nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara menimbulkan ketegangan sendiri bagi negara-negara di berbagai belahan dunia.

Terlebih, dalam satu bulan terakhir, Korea Utara sudah menembakkan lima misil balistik yang mana salah satu di antaranya gagal diluncurkan karena meledak di udara.

Beberapa negara mendesak agar uji coba senjata nuklir Korea Utara dihentikan supaya tidak memicu keadaan yang semakin memanas, tak terkecuali Indonesia.

Duta Besar Wakil Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dian Triyansyah Djani, mendesak agar negara-negara yang memiliki senjata nuklir segera memulai proses perlucutan senjata nuklir. Sebab jika tidak, maka hal tersebut akan berdampak terhadap kemanusiaan.

“Situasi keamanan dunia saat ini sudah sangat mengkhawatirkan karena ancaman senjata nuklir. Untuk itu, satu-satunya cara untuk melawan ancaman dan penggunaan senjata nuklir adalah penghapusan total seluruh senjata nuklir di dunia,” kata Djani pada konferensi perundingan traktat pelarangan senjata nuklir di New York, Selasa (28/3).

Djani menuturkan, selama ini negara-negara pemilik senjata nuklir sering menjadikan keamanan sebagai alasan untuk melegitimasi keberadaan senjata nuklir di negaranya. Padahal menurut Djani hal yang terjadi malah sebaliknya.

“Keberadaan senjata nuklir justru semakin mengancam keamanan global. Untuk itu, Indonesia sangat mendukung dan berpartisipasi aktif dalam perundingan pelarangan senjata nuklir,” tuturnya.

Konferensi perundingan traktat pelarangan senjata nuklir yang dilaksanakan di New York sejak tanggal 27 Maret sampai 31 Maret 2017 tersebut dihadiri oleh Wakil Tinggi Sekjen PBB untuk Perlucutan Senjata, Presiden Majelis Umum PBB dan negara-negara anggota PBB.

“Indonesia memandang bahwa traktat pelarangan senjata nuklir tersebut nantinya harus kuat dan tegas sehingga tidak lagi memberikan celah yang melegitimasi keberadaan senjata nuklir di dunia,” jelas Djani.

Djani juga menekankan agar negara-negara pemilik senjata nuklir tidak khawatir mengenai traktat pelarangan senjata nuklir yang sedang dinegosiasikan tersebut. Sebab hal tersebut tidak akan memperlemah Non-Proliferation Treaty (NPT), justru traktat baru tersebut akan memperkuat dan melengkapi NPT.

Selain merundingkan persoalan senjata nuklir, pertemuan tersebut juga menjadi implementasi dari resolusi Majelis Umum PBB yang disahkan pada bulan Oktober mendatang.

Konferensi perundingan traktat pelarangan senjata nuklir tersebut merupakan putaran pertama dari dua putaran negosiasi yang telah direncanakan. Putaran negosiasi selanjutnya akan diselenggarakan di New York, pada tanggal 15 Juni sampai 7 Juli 2017 mendatang. (ais)

« Sebelumnya Polisi Lalu Lintas Italia Tunggangi Lamborghini Huracan

Selanjutnya » Mahasiswa Lampung Rancang Sistem Pengaman Helm

Berita Terkait

  • Selasa, 14 Maret 2017-1:55 AM

Malaysia Deportasi 50 Warga Korea Utara

  • Senin, 21 Agustus 2017-1:55 AM

PBB Verifikasi 16.056 Nama Pulau di Indonesia

  • Selasa, 21 Maret 2017-1:55 AM

FBI Ungkap Selidiki Hubungan Trump-Rusia

  • Selasa, 05 September 2017-1:55 AM

Menlu Retno Usulkan Formula 4+1 Solusi Masalah di ..

Komentar Kamu

Entertaiment

Kalender