• Senin 20 September 2021

Indonesia-Inggris Bangun Kerjasama Berantas Kejahatan Pajak Global

  • Maklumat Nasional
  • Rabu, 08 Maret 2017 - 6:51 PM
  • Ekonomi,
  • dibaca : 478 pembaca

Kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak

Maklumat Nasional - Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) bersama dengan Her Majesty's Revenue and Customs (HMRC) sepakat untuk bekerja sama di bidang perpajakan, guna menyelesaikan masalah pajak global yang juga dihadapi oleh kedua negara seperti masalah pemajakan atas transaksi Over The Top (OTT).

Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteady mengatakan bahwa kerja sama ini juga menjadi ajang tukar pengalaman dan informasi terkait dengan persiapan pelaksanaan Rekomendasi Anti Base Erosion & Profit Shifting (BEPS Deliverables) dan Pertukaran Informasi Keuangan secara Otomatis (Automatic Exchange of Information/AEoI).

"Globalisasi dan praktek agresif perencanaan pajak yang dilakukan oleh perusahaan berskala lintas negara dan para orang kaya telah mengerus basis pemajakan di masing-masing negara," kata Ken, Rabu (8/3).

Terkait penanganan atas penghindaran pajak melalui media Over The Top yang saat ini menjadi topik panas di Indonesia dan negara-negara lainnya, HMRC berbagi pengalamannya dalam menerapkan Diverted Profit Tax (DPT). Dalam penerapan DPT, HMRC mendapat dukungan luas dari lapisan stake holders-nya.

Terkait dengan BEPS, dibahas mengenai perkembangan kesiapan masing-masing negara dalam mengadopsi Rekomendasi BEPS ke dalam ketentuan domestik di masing-masing negara. Ada beberapa rencana aksi yang dibahas yaitu aksi 1 terkait digital economy, aksi 2 mengenai hybrid mismatch arrangement, aksi 6 tentang treaty abuse, aksi 12 tentang Mandatory Disclosure Rule (MDR) dan aksi 14 tentang dispute resolution.

Khusus mengenai MDR, Indonesia banyak menerima masukkan dari HMRC sebagai negara yang telah menerapkan anti abusive tax planning mechanism. Selain itu, kedua otoritas pajak juga membahas kesiapan masing-masing negara dalam rangka penandatangan Multilateral Instrument (MLI) dalam waktu dekat ini.

Sedangkan terkait dengan AEOI, HMRC menjelaskan persiapan yang sudah dilakukan mengingat Inggris adalah salah satu early adopter yaitu tahun 2017 ini.

"Juga dibahas mengenai pelaksanaan Program Amnesti Pajak di Indonesia yang tergolong sukses tersebut dikaitkan dengan proses reformasi pajak yang sedang bergulir di tahun 2017," imbuhnya. (ais)

« Sebelumnya Bupati Mustafa Galakkan Diversifikasi Pangan Berbahan Singkong

Selanjutnya » Seluruh Kepala Daerah Kader PDIP Diminta Menangkan Ahok-Djarot

Berita Terkait

Komentar Kamu

Entertaiment

Kalender