• Minggu 19 September 2021

Kemandirian Pers Indikator Kemajuan Bangsa dan Negara

  • Maklumat Nasional
  • Kamis, 29 Juli 2021 - 8:34 PM
  • Nasional,
  • dibaca : 140 pembaca

Logo FPII.

Jakarta, Maklumat Nasional - Keadilan sosial dan kepastian hukum yang sukar diperoleh akan mengakumulasi pandangan masyarakat yang meragukan kebenaran realitas, Kamis (29/7/2021).
 
Lebih parah lagi, bila banyak kalangan Pers yang dikuasai oleh segelintir principal mega business dan elit politik sehingga informasi yang disampaikan pun bersifat sangat tidak independen, berjamaah (mainstream), dan menjauh dari kepentingan masyarakat.
 
Hal tersebut akan menjadi salah satu penyebab menurunnya tingkat kebahagiaan dan imunitas masyarakat, sekaligus mengganggu stabilitas pembangunan bangsa dan negara.
 
Di samping pada negara yang menganut sistem demokrasi, sangat sering terjadi pembelahan politik masyarakat akibat terlalu mendalamnya kekecewaan yang disebabkan oleh amat kerasnya pergesekan rivalitas antar kontestan baik dalam pemilihan langsung eksekutif maupun legislatif.
 
Di sisi lain, seiring pesatnya kecanggihan teknologi mendorong menjamurnya pebisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) termasuk kreator Pers mandiri yang berkarya jurnalistik seadanya tanpa adanya pesanan dari pemodal ataupun perintah dari Elit Politik.
 
Karya jurnalistik yang mandiri dan bertanggung jawab dapat berfungsi sebagai kanalisasi provokasi negatif yang merupakan bentuk verbalisasi rasa kurang percaya sebagian masyarakat yang menggeneralisasi semua program pemangku kebijakan adalah buruk.
 
Kehadiran Pers mandiri yang berasal dari masyarakat, oleh dan untuk masyarakat secara alamiah dapat mengedukasi masyarakat yang terbelah secara horizontal maupun vertikal dengan sangat logis serta elegan.
 
Tersedianya berita yang disajikan kepada masyarakat oleh Pers secara mandiri dan bertanggung jawab, berpotensi sebagai landasan masyarakat menemukan kebenaran faktual untuk dikalkulasi menjadi kebijakan dalam berkarya lebih lanjut, sehingga masyarakat akan memiliki kenyamanan melakukan aktifitas sehari-hari.
 
Begitu juga yang terjadi dengan penyelenggara negara, mereka akan lebih stabil menggerakkan roda pemerintahan secara optimal.
 
Oleh karena dunia saat ini berada di era digital 4.0 menuju 5.0, di mana teknologi informasi canggih mengantarkan pertukaran informasi yang bercampur antar lingkup domestik maupun internasional berseliweran sebebasnya, maka penghalangan kebebasan pers mandiri atau menghalangi informasi dari masyarakat, oleh dan untuk masyarakat akan berujung kesia-siaan. (Wesly Sihombing)

« Sebelumnya Anggota DPR RI Mukhlis Basri Berikan Bantuan Sembako kepada Penderita

Selanjutnya » Pengacara Kondang Otto Hasibuan Bakal Hadapi Mahasiswa STIH IBLAM dala

Komentar Kamu

Entertaiment

Kalender