• Minggu 28 November 2021

Ketua FPII Korwil Siak Laporkan Pemilik Akun Facebook Senopati Kandis ke Ditreskrimsus Polda Riau

  • Maklumat Nasional
  • Kamis, 27 Februari 2020 - 1:57 PM
  • Nasional,
  • dibaca : 415 pembaca

Ancaman akun Facebook Senopati Kandis yang berinisial FE terhadap Dewa Napitupulu.

Pekanbaru, Maklumat Nasional - Pemilik akun Facebook Senopati Kandis dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Riau pada 9 Desember 2019, terjadinya ancaman oleh pemilik akun Facebook Senopati Kandis berawal dari hasil investigasi atas pembangunan salah satu kantor desa di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak sehingga pemberitaan terbit di media online borgolnews.com di ahir tahun lalu.

Lalu pemilik akun Facebook yang berinisial FE memuat ancaman di akun Facebook Senopati Kandis. Media sosial selama ini menjadi hiburan atau pusat informasi bagi masyarakat luas atau bagi yang benar mempergunakannya tetapi apabila salah mempergunakan bisa berurusan dengan polisi/ hukum.

Akhirnya seorang warga Kecamatan Kandis yang memiliki akun Facebook Senopati Kandis (FE) resmi dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Riau.

Pihak yang merasa dirugikan dengan postingan FE adalah Dewa Napitulu, salah seorang warga Kecamatan Kandis sekaligus menjabat Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Koordinator Wilayah (Korwil) Siak dan Kepala Biro borgolnews.com.

Dewa saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa awalnya FE memposting pernyataan dengan kalimat ancaman.

"Dia (FE) mengancam saya dengan kalimat 'congkelkan matanya, letakkan di situ, biar tau dia', " ungkapnya.

Atas hal itu Dewa menyebutkan bahwa perbuatan FE tersebut jelas merupakan pengancaman dan menyebarluaskan ke publik dengan sengaja.

Dewa sebelumnya bermaskud untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dengan FE yang disampaikannya melalui perantara orang lain.

Namun, kata Dewa, FE tidak bersedia untuk meminta maaf dan respon FE disebut seperti meremehkan permasalahan ini.

"Sebagai rekan, saya sudah coba untuk menyampaikan pesan kekeluargaan kepada dia (FE), tapi sepertinya tidak diperdulikan masalah ini," jelasnya.

Menurut Dewa, menempuh jalan hukum adalah solusi terbaik karena negara Indonesia adalah negara hukum dan semua masalah wajib diselesaikan secara hukum apabila secara persuasif tidak menemui titik temu.

"Yang pasti saya sudah coba untuk mengajak duduk, tetapi tidak ada itikad baiknya. Ya sudah, biarlah hukum yang bicara," ujarnya.

Kasus yang merugikan Dewa ini telah melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (Rls)

« Sebelumnya Mantan Ketua Dewan Pers Segera Diperiksa Polisi Ihwal Fitnah terhadap

Selanjutnya » Jalan di Adi Jaya Putus, Kepala Dinas Belum Dapat Dihubungi

Komentar Kamu

Entertaiment

Kalender