• Minggu 01 Agustus 2021

Oknum K3S Way Kanan Mengaku Pernah Mengacungkan Senjata Tajam kepada Wartawan

  • Maklumat Nasional
  • Jumat, 14 Februari 2020 - 10:37 PM
  • Lampung,
  • dibaca : 364 pembaca

Logo FPII.

Way Kanan, Maklumat Nasional – Pelecehan dan pengancaman terhadap jurnalis kali ini terlontar dari mulut seorang oknum Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Banjar Sari, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan berinisial SP yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) daerah setempat.

Melalui rekaman video yang berdurasi satu menit 55 detik, SP dengan jelas mengatakan, dia merasa kesal karena sering didatangi oleh wartawan sehingga SP sempat mengeluarkan golok dan gergaji kepada wartawan yang sempat mengunjunginya.

Setelah itu pada akhir video, SP mengatakan bahwa setiap melihat wartawan dia seperti melihat dedemit.

“Saya kan orang jawa, kepala sekolah sebelum saya juga jawa. Karena saya sudah kesal didatangi wartawan, akhirnya saya keluarkan gergaji dan golok, eh rupanya dia gak berani juga. Jadi, kalau saya melihat wartawan, saya seperti melihat dedemit,” demikian kalimat yang dikatakan SP di video tersebut.

Video itu diduga direkam oleh salah seorang kepala sekolah ketika puluhan kepala sekolah lainnya bersama Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan sedang menyambangi salah satu organisasi pers di Way Kanan untuk menyampaikan keluh kesah mereka karena sering didatangi oleh wartawan pada Kamis, 13 Februari 2020.

Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Sekretariat Wilayah (Setwil) Lampung angkat bicara perihal video tersebut.

Aminudin selaku Ketua FPII Setwil Lampung menyayangkan kalimat yang keluar dari mulut seorang guru bahkan kepala sekolah yang notabenenya seseorang yang punya intelektual tinggi.

“Seharusnya SP memahami dia selaku kepala sekolah yang tidak lepas dari penanggung jawab keuangan negara yang dia kelola. Tentunya, setiap orang yang menggunakan anggaran negara patut diawasi dan dikontrol baik oleh internal pemerintah setempat melalui kejaksaan, kepolisian, dan inspektorat maupun dari masyarakat, wali murid, komite LSM, serta wartawan,” jelas Aminudin.

Aminudin menambahkan, bila seorang kepala sekolah memang tidak memiliki kesalahan mengapa harus takut? Maka timbul pengakuan tidak nyaman didatangi oleh wartawan.

“Wartawan itu sebagai mitra kerja. Harus diakui bahwa pembangunan sebaik apapun tidak akan diketahui oleh khalayak ramai tanpa peran wartawan. Kejadian dan informasi apapun juga tidak akan sampai dengan cepat tanpa peran wartawan,” ungkapnya.

Di akhir kalimatnya, Aminudin meminta kepada SP untuk meminta maaf kepada seluruh media pers yang ada di Lampung terkait ucapannya, sebelum beberapa media pers melaporkan perbuatannya kepada penegak hukum.

“Kami minta saudara SP meminta maaf dan mencabut omongannya seperti yang ada di video kepada seluruh media pers yang ada di Lampung, sebelum teman-teman wartawan mengambil sikap dan membawanya ke ranah hukum,” pungkasnya. (Rls)

« Sebelumnya Jalan di Adi Jaya Putus, Kepala Dinas Belum Dapat Dihubungi

Selanjutnya » FPII Setwil Lampung Mengutuk Keras Pengeroyokan terhadap Wartawan oleh

Berita Terkait

  • Minggu, 07 Februari 2021-10:37 PM

MKKS SMA Lampung Tengah Adakan FLS2N Tahun 2021

  • Selasa, 08 Desember 2020-10:37 PM

Halangi Kerja Jurnalis, Oknum Petugas Keamanan PT ..

  • Kamis, 06 April 2017-10:37 PM

Dinas Kesehatan Lampung Tengah Tekan AKI-AKB

  • Sabtu, 14 September 2019-10:37 PM

SMA Negeri 1 Kota Gajah Laksanakan Lomba Olahraga ..

  • Minggu, 24 Februari 2019-10:37 PM

SMA Negeri 1 Punggur Juara Pertama MKKS O2SN Futsa..

  • Senin, 09 September 2019-10:37 PM

Bupati Lampung Tengah: Resik Kampung, Budaya Leluh..

Komentar Kamu

Entertaiment

Kalender