• Minggu 01 Agustus 2021

Pemprov Lampung Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Jembatan

  • Maklumat Nasional
  • Selasa, 05 September 2017 - 11:22 PM
  • Lampung,
  • dibaca : 693 pembaca

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo bersama Kepala Dinas PU-PR Lampung Budhi Darmawan.

Bandar Lampung, Maklumat Nasional – Setelah membangun sembilan jembatan pada tahun 2014, 24 jembatan pada tahun 2015, dan enam jembatan pada tahun 2016, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menargetkan sepuluh pembangunan jembatan baru pada tahun 2017 ini.

Hingga akhir Desember 2017, ke sepuluh jembatan baru itu dibangun di Kabupaten Pringsewu, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Lampung Barat, Tulangbawang, dan Lampung Selatan.

Menurut Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, ke sepuluh jembatan baru tersebut amat dibutuhkan masyarakat dalam memperlancar roda perekonomian dan membuka daerah terisolir, terutama yang berada di jalur angkutan hasil bumi.

“Kami menargetkan sepuluh jembatan ini paling lambat selesai akhir tahun guna memperlancar konektivitas masyarakat,” kata Gubernur Ridho, beberapa waktu lalu.

Menurut Ridho, pembangunan yang paling mendesak adalah jembatan Way Sekampung II di Pringsewu. Jembatan yang dibangun pada tahun 1983 itu tidak lagi mampu menampung arus lalu lintas yang mencapai 7.338 lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) dan menghubungkan Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah dengan Pringsewu tersebut. Akibatnya timbul kemacetan parah pada jam-jam sibuk.

“Untuk mengatasi kemacetan itu, dibuat jembatan baru atau duplikasi jembatan sepanjang 50 meter dan lebih lebar dari jembatan yang sekarang. Jadi, nanti ada dua jembatan, sehingga kendaraan yang dari Kalirejo ke Pringsewu dan sebaliknya memakai dua jembatan di kiri dan kanan,” ujar Ridho.

Selain memperlancar arus lalu lintas antar kabupaten, Pemprov juga membangun tiga jembatan di lokasi eks transmigrasi yang dibangun era 1980-an.

Menurut Ridho, kondisi tiga jembatan yang terletak di Tulangbawang Barat tersebut tidak layak lagi dipakai karena rusak parah.

“Kawasan ini penghasil karet, singkong, dan kelapa sawit. Kerusakan tiga jembatan ini membuat akses masyarakat terhambat,” jelas Ridho.

Ke tiga jembatan yang ditargetkan rampung pada 2017 ini yakni jembatan Way Sebetik, Way Tujok II, dan Way Kendil. Jembatan ini dibangun dengan konstruksi darurat dan tidak memiliki lantai lagi. Akibatnya, hanya sepeda motor yang dapat melintas di jembatan Way Kendil dan Way Tujok.

Jembatan Way Tujok II menghubungkan Simpang Tujoh ke Panaragan Jaya dengan tingkat LHR 4.676 kendaraan per hari.

Sedangkan jembatan Way Kendil menghubungkan ruas jalan Adijaya menuju Tulung Randu dengan tingkat LHR mencapai 3.727 kendaraan.

Ke tiga jembatan ini dibongkar total dan diganti baru, sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat hingga truk pengangkut hasil bumi.

Di Way Kanan, Pemprov bakal membangun jembatan Way Nibung II, penghubung ruas jalan Tegal Mukti, Tajab. Kepadatan lalu lintas di kawasan ini masih terolong kecil yakni 459 LHR kendaraan.

Namun, diharapkan dengan selesainya jembatan Way Nibung II, konektivitas daerah ini dapat pulih kembali.

Selain konstruksi jembatan, Pemprov Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) juga membangun jembatan dengan box culvert.

Menurut Kepala Dinas PU-PR Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, ada lima jembatan box culvert yang dibangun pada 2017 yakni jembatan Way Asem (Lampung Barat); Way Pidada III, Way Pidada IV, Way Kecubung I (Tulangbawang); dan simpang Korpri-Purwotani (Lampung Selatan).

Pembangunan jembatan di Way Asem, menurut Budhi, dimaksudkan untuk memperbaiki akses menuju Suoh.

“Jalan ini berada di kawasan hutan lindung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Kami memilih jembatan box culvert agar proses pembangunan tidak mengganggu kawasan hutan lindung,” ungkap Budhi.

Secara keseluruhan, pembangunan sepuluh jembatan baru ini, kata Budhi, untuk mendukung pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi sepanjang 164 kilometer. Selain itu, pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 1.185 km. “Targetnya, pada 2017 ini kondisi mantap jalan provinsi bisa tercapai 75% sesuai target renstra dari dana APBD 2017 dan dana alokasi khusus,” tandasnya. (*)

« Sebelumnya Gubernur Lampung Luncurkan Kawasan Minapolitan Sentra Ikan Air Tawar d

Selanjutnya » Gubernur Ridho Minta Seniman dan Pelaku Ekonomi Kreatif Gerakkan Seni

Berita Terkait

Komentar Kamu

Entertaiment

Kalender