• Minggu 19 September 2021

SMA Negeri 1 Terbanggi Besar Serap Aspirasi Siswa-Siswi

  • Maklumat Nasional
  • Senin, 30 September 2019 - 10:00 PM
  • Edukasi, Lampung,
  • dibaca : 2000 pembaca

Para siswa SMA Negeri 1 Terbanggi Besar saat menggelar aksi unjuk rasa.

Lampung Tengah, Maklumat Nasional – Siswa-siswi SMA Negeri 1 Terbanggi Besar menggelar aksi unjuk rasa menyuarakan sejumlah tuntutannya sejak pagi hingga siang hari di lapangan basket sekolah tersebut, Senin (30/9/2019).

Dengan membawa poster, seorang siswa yang bernama Rangga mengomentari ruang Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang dialihfungsikan menjadi ruang Bimbingan Konseling (BK) dan ruang laboratorium yang dialihfungsikan menjadi ruang kelas.

“Kami minta ruangan OSIS dan laboratorium dikembalikan pada fungsinya semula,” ungkapnya.

“Apabila siswa-siswi ingin mengikuti lomba di bidang ekstra kurikuler (ekskul) tertentu harus disertai izin dengan mengajukan proposal dan harus dibiayai oleh sekolah. Dalam dua tiga hari, kursi yang selama ini memakai kursi plastik harus diganti kursi kayu karena kursi plastik mudah patah. Pekerjaan Rumah (PR) jangan terlalu banyak,” tambah Rangga.

Tuntutan lain juga disuarakan oleh siswa yang bernama Riki.

“Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus transparan. Fasilitas belajar harus ditingkatkan lagi agar kami merasa nyaman. Bahkan, Kepala Sekolah harus memperhatikan semua sarana dan prasarana sekolah,” ujarnya.

Anggota Komite SMA Negeri 1 Terbanggi Besar Haryanto mengatakan bahwa semua tuntutan tersebut sudah dibahas dan disepakati pada rapat komite para orang tua/wali siswa-siswi.

Sesuai fungsi komite sebagai lembaga mandiri di lingkungan sekolah yang berperan dalam meningkatkan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arah, tenaga didik, sarana dan prasarana, serta pengawasan.

Kepala SMA Negeri 1 Terbanggi Besar Stepanus Wasito, M.Pd di ruang kerjanya mengatakan bahwa aksi unjuk rasa tersebut adalah bentuk keperdulian siswa-siswi.

“Ini adalah bentuk keperdulian anak-anak terhadap sekolah. Mengenai sarana dan prasarana tidak terlepas dari dukungan orang tua siswa-siswi karena untuk perbaikan perlu biaya, pelaksanaannya sedang menunggu tukang. Soal ekskul basket, kami pernah ikut Walikota Cup 2019 di Metro dan berhasil sampai ke final. Karena pendukungnya banyak tentu saja sekolah tidak ada biaya jadi mereka tanggung sendiri akomodasinya. Masalah PR saya sudah saran kepada para guru, pergunakan jam belajar di sekolah secara optimal sehingga materi yang ada tidak perlu dikerjakan di rumah,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Stepanus, dalam sekolah tersebut terdapat Majelis Perwakilan Kelas (MPK) yang tiap kelasnya diwakili oleh satu siswa.

Apabila ada masalah mereka mengadakan rapat di luar jam belajar sebagai penyampaian aspirasi untuk kemajuan sekolah. (BI)

« Sebelumnya Dewan Pers Terus Berulah, Ketua PPWI: Jangan Jadi Lembaga Preman Pers

Selanjutnya » FPII: Hentikan Tindakan Kekerasan dan Perampasan Terhadap Jurnalis

Berita Terkait

Komentar Kamu

Entertaiment

Kalender