• Minggu 19 September 2021

Wartawan di Sumenep Dipukul dan Diancam akan Dibunuh oleh Oknum Petugas Pelabuhan Gayam

  • Maklumat Nasional
  • Minggu, 02 Februari 2020 - 10:00 PM
  • Nasional,
  • dibaca : 332 pembaca

Ilustrasi tindakan kekerasan.

Sumenep, Maklumat Nasional - Tindakan intimidasi dan pemukulan disertai ancaman pembunuhan dialami Akhmadi, Wartawan dari media Sindikat Post dan anggota Sindikat Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Sumenep pada hari Jumat 31 Januari 2020 sekira pukul 08.00 WIB di Pelabuhan Gayam OPP Klas III Sapudi, Sumenep, Jawa Timur.

Akhmadi menceritakan kronologi dirinya saat mengalami kejadian yang membahayakan tersebut, dirinya dipukul di bagian kepala sebelah kanan dan diancam akan dibunuh.

“Pagi itu saya datang ke Pelabuhan Gayam dengan tujuan untuk turunkan pesanan pembelian paving stone untuk pembangunan Asta Keramat Raden Angganiti. Tiba-tiba di Pelabuhan Gayam ada petugas pelabuhan yang berlagak preman bernama Sainur Rahman atau biasa dipanggil Sinol. Tanpa basa-basi atau bertanya dengan baik, Sinol langsung mengeluarkan bahasa ancaman,” jelasnya, Minggu (2/2/2020).

Sinol mengatakan, wartawan tidak boleh berada di tempat itu dan ingin menceburkan Akhmadi ke laut.

“Kata Sinol ke saya, ada apa wartawan ada disini, wartawan tukang lapor. Ayo diceburkan ke laut biar tidak pulang ke rumahnya. Dengan spontan saya jawab santun, emangnya ada apa, saya ke sini untuk turunkan paving pesanan saya dari perahu,” ungkap Akhmadi.

Tidak terima dengan jawaban Akhmadi, Sinol lantas memukul bagian kepala Akhmadi dan bergegas pergi.

“Dan dari jawaban saya itu, Sinol marah sama saya. Karena menganggap jawaban saya menantang dirinya, maklum di pelabuhan itu daerah kekuasaannya Sinol ini. Setelah saya jawab itu, Sinol langsung memukul saya di bagian kepala sebelah kanan, tepat di atas telinga. Setelah memukul dia pergi dan saya melaporkan kejadian itu ke Polsek Sapudi,” beber Akhmadi.

Akhmadi mengatakan bahwa setibanya di Polsek Sapudi, dirinya diterima langsung oleh Kapolsek AKP. M. Sakrani, S.H., M.H.

“Karena waktu itu anggota ada acara di Desa Tarebung dan Kanitnya ada di Polres Sumenep. Laporan harus menunggu sampai sore hari baru resmi diterima,” ujarnya.

Kasus ini sementara ditangani oleh Polsek Sapudi dan prosesnya masih menunggu Kanit yang sedang berada di Polres Sumenep.

Pada malam harinya, Akhmadi diantar oleh Kapolsek dan anggotanya ke Puskesmas Kecamatan Gayam untuk divisum.

“Demi kehormatan Jurnalis, media saya, dan SWI, saya tidak terima atas kejadian yang saya alami ini. Oknum petugas Pelabuhan Gayam itu harus dihukum seberat-beratnya karena sikapnya yang seperti preman,” kata Akhmadi.

Sementara itu, Kapolsek Sapudi AKP. M. Sakrani, S.H., M.H. saat dikonfirmasi terkait kasus ini mengatakan, laporan sudah masuk ke proses penyelidikan.

“Proses lidik pak. Kanit dan Banit Reskrim masih ikut upacara pemberian reward atas penangkapan kasus pembunuhan di Sumenep,” terangnya.

Di kesempatan yang berbeda, Pimpinan Redaksi media Sindikat Post dan Ketua Umum SWI Dedik mengatakan akan mengawal kasus pemukulan terhadap wartawannya tersebut.

“Harus usut tuntas, akan kita kawal dan lakukan upaya-upaya hukum, supaya si Sinol, pemukul dan pengancam nyawa wartawan bisa kena sanksi pidana,” tegasnya. (Rls)

« Sebelumnya MKKS Tingkat SMA Kabupaten Lampung Tengah Gelar Lomba Bola Basket

Selanjutnya » Dugaan Pungli Pembuatan PTSL Pekon Sukarame Kecamatan Belalau Semakin

Berita Terkait

Komentar Kamu

Entertaiment

Kalender